Seelok kicau,
di kala pagi,
begitulah engkau,
di relung hati.
di kala pagi,
begitulah engkau,
di relung hati.
Bincang-bincang biasa,
tiada ku nyana, jadi awal celah rasa,
merasuk kedalam jiwa, mendebar-debarkan dada,
membusungkan gundag gulana, jumbuhkan gembira ria.
tiada ku nyana, jadi awal celah rasa,
merasuk kedalam jiwa, mendebar-debarkan dada,
membusungkan gundag gulana, jumbuhkan gembira ria.
Seelok kicau,
dikala pagi,
begitulah engkau,
di relung hati.
Sekuntum Mawar, berkawal asmara,
hendak-ku tawar padamu, menanda cinta,
yang menggebu di dalam jiwa, takluk-kan asa, rasa, selera,
namun, engkau tiada di sanding raga…ohh kecewa, hatiku kecewa.
hendak-ku tawar padamu, menanda cinta,
yang menggebu di dalam jiwa, takluk-kan asa, rasa, selera,
namun, engkau tiada di sanding raga…ohh kecewa, hatiku kecewa.
Dan aku merindukanmu,
dan harapku pun, menyambangimu.
dan harapku pun, menyambangimu.
Selok kicau,
di kala pagi,
begitulah engkau,
di relung hati.
Salamku, salam rindu,di kala pagi,
begitulah engkau,
di relung hati.
teruntukmu, duhai…bidadari hatiku.




so sweet banget
BalasHapusmakasih kang Rud