Nyon - Mulai tahun 2020 Piala Eropa tidak akan digelar di satu atau dua negara saja. Seperti yang telah direncanakan UEFA, 13 kota berbeda di berbagai penjuru benua tersebut akan kebagian jatah menggelar pertandingan.
UEFA pada Desember 2012 lalu sudah memutuskan kalau mulai tahun 2020 Piala Eropa tidak akan lagi digelar oleh satu atau dua negara seperti selama ini terjadi. Otoritas sepakbola Eropa tersebut ketika itu menyebut kalau usulan tersebut dapat tanggapan positif dari anggotanya.
Perubahan ini dilakukan UEFA, salah satunya, dengan pertimbangan memberi kesempatan negara-negara kecil untuk menggelar event besar yang melibatkan 24 negara peserta tersebut. Demikian diungkapkan Sekretaris Umum UEFA, Gianni Infantino, seperti dikutip dari Reuters.
Dalam pernyataannya hari ini, Jumat (25/1/2013), UEFA memastikan kalau akan ada 13 kota yang bakal menggelar pertandingan-pertandingan Euro 2020 mendatang. Sebanyak 12 kota akan dapat jatah paket pertandingan fase grup plus satu laga babak knock out. Sementara kota ke-13 dapat 'paket spesial' dengan menjadi tuan rumah untuk pertandingan semifinal dan final.
Dalam proses bidding, setiap negara diperbolehkan mengajukan dua venue untuk fase knock out dan untuk paket semifinal dan final. Sementara kapasitas stadion yang diperbolehkan adalah 70.000 untuk pertandingan semifinal dan final, 60.000 untuk perempatfinal dan 50.000 untuk fase grup dan babak 16 besar. Namun begitu, UEFA memberikan juga pengecualian kalau stadion berkapasitas 30.000 penonton tetap bisa menggelar laga.
"Aturan soal stadion berkapasitas 30.000 berarti akan ada banyak negara yang bisa ikut melakukan bidding," sahut Presiden UEFA Michel Platini.
Piala Eropa 2020 akan diikuti oleh 24 negara yang terbagi dalam enam grup, di mana dalam setiap grup maksimal akan ada dua negara yang menjadi tuan rumah. Sementara negara yang mengajukan diri menjadi tuan rumah dan lolos dipastikan akan menggelar pertandingannya di kandang, namun tidak dijamin bakal jadi tuan rumah untuk laga knock out.
Read More......



